Pembayaran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) jatah Kota dan Kabupaten Bima, hampir rampung. Hingga Jumat (1/5), untuk Kota Bima sudah 99,57 persen, sedangkan Kabupaten Bima sudah 77,65 persen.
Kepala PT Posindo Bima, Mahaputra menjelaskan, jumlah dana BLT yang disalurkan kepada masyarakat miskin di Kota Bima sebesar Rp1,9 miliar lebih, sementara Kabupaten Bima Rp10,32 miliar lebih. Hampir seluruh uang itu telah dibayrkan yang tersisa hanya satu-dua orang pada setiap desa/kelurahan. Hanya saja, untuk Kabupaten Bima yang belum dibayarkan adalah Kecamatan Langgudu, namun dipastikannya hari ini akan mulai dibayarkan.
Katanya, akan mengerahkan enam petugas untuk mengantar langsung BLT itu di kantor kecamatan. Bahkan, bila Kades menghendaki dibagikan di tingkat kelurahan, akan dilakukan. “Itu kami lakukan demi kepuasan orang yang kami layani,” ujar Mahaputra di Posindo Bima, Jumat (1/5).
Untuk wilayah Lambu, saat ini sedang dibayarkan. Pembayaran tahun ini dengan sistem “jemput bola” atau penerima BLT tidak perlu mendatangi kantor Posindo bila lokasinya jauh. Pihak Pos akan langsung mengunjungi wilayah tersebut atas permintaan pemerintahan setempat. Hal itu dilakukan untuk menghindari antrean panjang. “Warga tidak usah repot lagi berdesak-desakkan,” ujarnya.
Dalam sepekan ini, Mahaputra berharap, seluruh dana tersalurkan dan penerima diminta segera mengunjungi kantor Posindo terdekat, karena pembayaran BLT ada batas waktunya. Meski sampai Jumat batas waktu itu belum ada petunjuk dari pusat, dikuatirkan batas waktu itu segera keluar. Jika pembayaran belum tuntas, ditakutkannya masyarakat miskin akan menyalahkannya. “Padahal itu, aturan yang datang dari pusat, bukan dibuat-buat oleh kami,” katanya.
Dikatakannya, jika penerima BLT berhalangan datang, pihak keluarga agar melaporkannya. Nanti petugas Posindo mengantar langsung dana BLT itu. (BE.18)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





















apakah itu cerminan mahasiswa Sumbawa...
lebay bangat sich kalian semua....
javascript:JOSC_emoticon("
eeeeeeeeeeeeeee baing desa gedooooooooo