Hal itu diungkapkan ketua komisi II DPRD Sumbawa kepada wartawan, Budi Suryata, S.P, setelah rapat konsultasi tertutup dengan Dinas Pertanian dan Bulog Sumbawa, kemarin. Produksi beras kabupaten Sumbawa surplus. Namun ironisnya, terjadi lonjakan harga di tingkat masyarakat. Untuk itu, perlu dilakukan operasi pasar.
Terkait hal ini, Komisi II meminta bulog mengambil langkah konkrit. Melalui investigasi dan operasi pasar. Investigasi dilakukan jika ditemui spekulan-spekulan harga di lapangan. Di pasaran saat ini, harga beras berkisar Rp. 7.000-Rp.8.000/kg. Sementara harga eceran tertinggi sesuai HPP sebesar Rp. 6000 per kilogram.
Operasi pasar ini juga akan dipantau langsung oleh komisi II DPRD Sumbawa. “Besok (hari ini-red) akan dilakukan operasi pasar di kecamatan Alas,”ujarnya seraya meminta bulog Sumbawa dapat menyalurkan raskin lebih awal dan mendata masyarakat secara lebih actual sasaran raskin.
M.Yamin, SE.,M.Si, Anggota komisi II, juga melihat perlunya regulasi pendistribusian beras ke luar daerah oleh pemerintah. Dalam mengatur system pendistribusian beras. Dalam hal ini, Perusda juga dapat berperan. (loek)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















Buat Bapak Petani Brang Ene. Yg dibil...
btw ngurusin diri sndri aj dlu bru ng...
Baperjakat yang ada di KSB apakah sep...
Justru anda keliru,kalau putra lokal ...
lalu bagaimana kbar pncalonan Busrah ...