Bima, Sumbawanews.com.-
Setelah disorot melalui media massa, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima, Ir Abidin Hamzah, mengelarifikasi persoalan berita pengusiran wartawan harian lokal di Bima, Syamsudin. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Bima, Ir Khairudin M Ali, memediasi pertemuan itu di DKP Kabupaten Bima, Senin (12/1).
Abidin mengaku, saat itu merasa tidak pernah mengeluarkan kalimat pengusiran. Diakuinya, saat itu ada dua wartawan yang datang, Firman dan Syamsudin. Awalnya, mengira kehadiran Syamsudin ingin menemui Jamaludin dan Suri dalam proyek penambatan perahu. Apalagi, Jamaludin merasa tertekan karena berita dugaan main mata dalam proyek tersebut. Saat Firman masuk ke ruangannya, Syamsudin pun menyusul.
“Ternyata Syam juga muncul di ruangan dan saya katakan tolong selesaikan soal tulisan kamu dengan ibu Suri,” katanya mengulangi ucapannya saat itu.
Dia pun meminta maaf jika ada kalimat atau kata yang menyinggung Syamsudin, sehingga merasa terusir. Namun, dijelaskannya tidak ada niat untuk itu. “Saya paham wartawan adalah ujung tombak pembangunan. Saya menerima setiap koreksi dan menganggap pemberitaan kemarin biasa saja,” katanya.
Sejumlah wartawan yang hadir saat itu berharap agar kejadian itu menjadi pembelajaran ke depan. Agar tidak terulang hal yang sama dan dapat menjadi mitra pers. Pasalnya, kejadian seperti ini bukan yang pertama dan sering terjadi.
Sementara itu, Ketua PWI Cabang Bima, Ir Khairudin M Ali, mengatakan menjadi seorang jurnalis memang berat. Dalam menjalankan tugas pada kondisi damai, ketika muncul persoalan terkadang jurnalis cepat terpancing emosi.
“Dalam persoalan ini saya menduga adanya miss comunikation. Saya berharap teman-teman sebagai pekerja pers dapat bekerja secara profesional sesuai dengan kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Apalagi, kata dia, di Bima jumlah wartawan sangat banyak. Bukan tidak mungkin ada wartawan yang berperilaku menyimpang dan memperburuk citra jurnalis. “Ke depan bagaimana memunculkan image positif tentang wartawan itu. Jika ada persoalan muncul sebaiknya diselesaikan melalui saluran yang elegan dan tetap netral serta profesional,” ingatnya. (BE.16)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





















nanta pak mas'ud keras dunia na pe.ba...
.......... TUNTAS bErSIh kOOrUpSSiiii...
Ini yang benar,, apa yang menjadi ket...
Pak Umar Hasan berani berdasarkan buk...