
Sumbawa Besar. sumbawanews.com.- Menyusul upaya rekayasa barang bukti berita acara hasil pemeriksaan dugaan pelanggaran money politic Pilkada Sumbawa oleh Panwaslukada, belakangan mengundang reaksi keras sebagian besar warga masyarakat setempat.
Begitu banyaknya kasus dugaan pelanggaran yang dilaporkan tin Advokasi pasangan calon Bupati dan wakil Bupati paket An-Nur ke Panwaslu yang sebagian besar kasus money politic, disinyalir oleh oknum anggopta Panwaslu mencoba lakukan rekayasa barang bukti dengan cara merubah tanggal kejadian dengan tujuan menghindari waktu kejadian dari masa tenang menjelang pemungutan suara.
Dari niat buruk oknum anggota Panwaslu ini, terbetik kesan bahwa Panwaslu tidakindependen condong berpihak kesalah satu pasangan calon yang menjadi rival politik pasangan An-Nur.
Melihat gelat kurang baik ini, tim advokasi pasangan An-Nur segera bergegas menuju kantor Panwaslu untuk lakukan antisipasi.
Kehadiran tim An-Nur di kantor Panwaslu terkesan kurang mendapat sambutan layaknya tamu oleh tuan rumah yang secara kebetulan saat itu berhadapan dengan salah seorang anggota Panwaslu bernama Yuyun.
Akibat perlakuan kurang bersahabat yang ditonjolkan Yuyun, membuat salah seorang dari tim pasangan An-Nur tersinggung dan spontan menegurnya dengan nada keras. Setelah melakukan klarifikasi serta memeriksa kembali seluruh barang bukti berbentuk kelengkapan administrasi berita acara hasil pemeriksaan, tim An-Nur kemudian meninggalkan kantor Panwaslu dengan tertib.
Informasi yang berhasil diendus sumbawanews, ratusan relawan perempuan passangan An-Nur akan mengelar aksi demo dikantor Panwaslu berikut menggugat Yuyun agar dipecat dari keanggotaan Panwaslu serta mempertanggung jawabkan penggunaan dana APBD yang diduga kuat disalah gunakan.(jayus)
perang ue
Iskandar, ternyata anda telah jujur d...
saking kelewat jujurnya saksi JM, akh...
Kalian tim JM ketahuan banget pemboho...
..emang tau pasti ya semuax itu..ntar...