Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita Daerah

Daerah

Gili Tangkong akan Disulap Jadi Pulau Bulan Madu

Lombok Barat, SumbawaNews.com – Gili Tangkong, salah satu pulau kecil di kawasan perluasan wisata Sekotong akan disulap PT Anasia Nusantara Tangkong menjadi The Honey Moon Island.
PMA asal Belanda ini akan menanamkan modalnya senilai USD 1.550.000, dengan melakukan sejumlah pembangunan di antaranya bungalow, villa dan restoran. Bahkan sudah mulai mengurus dokumen perijinan di Balai Pelayanan Perijinan Terpadu Lobar.
“Banyak investor yang sudah mengajukan proposal ingin membangun Lobar namun mereka tidak memilki keseriusan seperti investor yang akan membangun Gili Tangkong ini,” ujar Kepala Bappeda Lobar, HM Taufik. Bahkan perusahaan ini sudah melakukan presentasi di hadapan Bupati Lobar. Kendati begitu, pemerintah daerah tetap berhati-hati memberikan rekomendasi kepada investor. (Idham Halik)
 

Jarinkobar Sarankan Calon Sekda dari Luar Lobar

Lombok Barat, SumbawaNews.com – Ketua Jaringan Informasi dan Komunikasi Kabupaten Lombok Barat, Muhazzam, memberikan alternatif pejabat calon pengganti HL Serinata sebagai Sekretaris Daerah Lobar.
Aktivis LSM Gumi Patut Patuh Patju ini tidak menyebutkan nama pejabat dimaksud, melainkan hanya lingkup kerja yakni berasal dari luar Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, apabila pejabat di lingkungan pemerintah daerah sendiri tidak mampu.  
“Percuma kita pilih orang dalam kalau tidak bisa memajukan Lobar,” cetus Muhazzam di Giri Menang, Gerung, Senin (23/8).
Malah, Bupati dan Wakil Bupati Lobar disarankan agar tidak menggunakan istilah ‘tidak ada rotan akar pun jadi’ dalam pengisian jabatan tertinggi di birokrasi Lobar ini. “Di sini, saat ini kita tidak perlu menonjolkan prinsip kedaerahan karena otonomi, namun kita perlu memikirkan nasib Lobar ke depan,” ujarnya.
Saran ini disampaikan Muhazzam karena dari sejumlah pejabat, calon pengisi jabatan sekda mendatang, yang mengemuka saat ini dinilainya belum sejalan dan belum mampu mengejar keinginan maupun semangat menggebu-gebu dalam bentuk program dari Bupati dan Wabup Lobar memajukan kabupaten bermottokan Patut Patuh Patju ini.
Pengisian jabatan sekda dari pejabat di luar Pemkab Lobar ini pun, menurut Muhazzam, tidak masalah dan tidak perlu dipersoalkan sepanjang dilakukan penandatanganan fakta integritas untuk mengikat loyalitas dan tekad membangun Lobar. (Idham Halik)

Bupati Zaini Arony Janji Delegasikan Tugas dan Wewenang

Tanggapi Alasan Gabung dengan Kota Mataram


Lombok Barat, SumbawNews.com – Bupati Lombok Barat H Zaini Arony kembali diperdengarkan masyarakat secara langsung tentang alasan dua kecamatan, yakni Gunungsari dan Batulayar bergabung dengan Kota Mataram.
Abdullah, salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Batulayar, dengan lantang dihadapan orang nomor satu di kabupaten bermottokan Patut Patuh Patju ini, mengungkapkan, alasan keinginan bergabung dengan Kota Mataram, di antaranya didasarkan pada pelayanan pemerintah daerah sangat minim, seperti soal kesehatan.
Masyarakat, dikatakannya, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lebih baik, lebih sering memanfaatkan RSUD Provinsi NTB dan RSUD Kota Mataram, ketimbang RSUD Patut Patuh Patju di Gerung. Ini karena jarak menuju ibukota kabupaten ini cukup jauh.
“Gerung terlalu jauh bagi masyarakat di sini. Oleh karena itu kami mengharapkan Pemkab Lobar mau membangunkan rumah sakit meskipun sederhana, karena untuk rujuk ke Gerung kami rasa sangat tidak mungkin,” imbuhnya dalam dialog dengan Bupati Lobar di Kantor Camat Batulayar, Senin (23/8).
Abdullah juga mengungkapkan, dalam pelayanan administrasi pemerintahan, seperti pembuatan kartu tanda penduduk dan pengurusan dokumen perijinan lainnya, masyarakat harus mengeluarkan biaya, terutama transportasi untuk itu.
“Kita mengurus apa-apa, jauh. Para pejabat saja yang di gaji besar masih enggan ke wilayah ini. Apalagi kami masyarakat biasa,” keluhnya.
Kunjungan Bupati Lobar ke Kantor Camat Batulayar ini dilakukan dalam rangka silaturrahmi dengan para kepala desa, kepala dusun, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kecamatan Batulayar, guna menyerap aspirasi menyusul keinginan bergabung dengan Kota Mataram.
Sebelumnya, hal serupa juga dilakukan di Kantor Camat Gunungsari pada Kamis (19/8). Bahkan dalam kesempatan ini, Bupati Lobar sempat mencetuskan pembentukan kantor penghubung guna mendekatkan pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat.
Sedangkan pada silaturrahmi di Kantor Camat Batulayar ini, Bupati berjanji akan melakukan perubahan status puskesmas setempat menjadi rawat inap, agar masyarakat tidak perlu lagi ke Gerung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan setingkat rumah sakit.
Bupati juga berjanji mendelegasikan tugas dan wewenangnya kepada camat untuk mempermudah masyarakat, baik di Kecamatan Gunungsari dan Batulayar dalam pengurusan perijinan.
“Tugas bupati akan kami delegasikan ke masing-masing camat di Gunungsari dan Batulayar ini, untuk memperlancar pengurusan perijinan dan juga yang lainnya,” cetus Bupati Zaini. (Idham Halik)

Pesan Serinata Jelang Akhir Jabatan Sekda Lobar

Lombok Barat, SumbawaNews.com – HL Serinata, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, menitipkan pesan kepada siapa pun calon penggantinya. Figur dengan tutur kata halus nan santun ini pun akan tetap membangun Lobar kendati sudah tidak lagi menjadi seorang pejabat.
Serinata sendiri sesuai SK Bupati Lobar akan mengakhiri masa aktif sebagai PNS pertanggal 1 Desember 2010 dan akan langsung memasuki masa persiapan pensiun hingga 1 Desember 2011.
“Siapa saja yang akan menduduki jabatan ini nantinya, ya harus berhati-hati. Jangan melakukan sesuatu yang bertolakbelakang dengan aturan yang berlaku,” pesan Serinata.
Dia menandaskan, jabatan adalah amanah. Lebih-lebih jabatan sekretaris daerah. Sehingga, siapa pun nantinya harus selalu berkomunikasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Lobar.
Serinata tidak mengkhususkan figur atau pejabat tertentu untuk mengisi jabatan sekda berikutnya. Menurut dia, semua pejabat di Pemerintah Kabupaten Lobar bagus. Namun begitu, untuk menduduki jabatan tertinggi birokrasi ini, yang harus diperhatikan adalah senioritas, kinerja, dedikasi, kerjasama dalam berkarir, dan tentunya paling menentukan adalah hasil fit and profertest.
Meskipun nantinya sudah tidak lagi menjadi pejabat, Serinata menegaskan, kesediannya untuk tetap turut membangun Gumi Patut Patuh Patju. “Saya akan terus dan tetap menyumbangkan pikiran kepada Lobar khususnya. Namun dengan jalan lain,” ujar pria yang sudah memasuki usia 59 tahun ini. (Idham Halik)

Bupati Lobar ‘Pasrahkan’ Peristiwa Maut Tambang Emas Sekotong

Lombok Barat, SumbawaNews.com – Bupati Lombok Barat, H Zaini Arony, ‘pasrah’ menyikapi peristiwa maut di lubang tambang emas lokasi Lenong Batu Montor Desa Kedaro Kecamatan Sekotong pada Rabu (18/8) lalu, sekitar Pukul 20.00 Wita. Pasalnya, hal serupa sudah seringkali terjadi. Sedangkan para penambang sendiri tidak menggubris imbauan pemerintah daerah hanya karena tergiur hasil dari aktivitas penambangan emas.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Pertambangan sebenarnya sudah kami tutup beberapa waktu lalu, namun nampaknya para penambang enggan meninggalkan lokasi pertambangan,” kata Zaini di Giri Menang, Gerung, belum lama ini.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dijelaskannya, sebenarnya sudah berupaya mengingatkan para penambang terhadap bahaya dari aktivitas penambangan rakyat itu, melalui surat edaran tentang bahaya tambang liar serta penggunaan mercury atau air raksa. Namun hal itu tidak diindahkan. Apalagi sampai saat ini pemerintah daerah juga belum mengeluarkan ijin terkait aktivitas penambangan itu karena wilayah pertambangan (WP) belum diturunkan pihak Kementerian ESDM RI. “Kita sudah usulkan ke pusat terkait WP, namun sampai sekarang belum turun,” cetusnya.
Disebutkan Bupati, pengajuan WP kepada pemerintah pusat diperuntukkan bagi lokasi lahan tambang seluas 28.000 hektare di wilayah Sekotong, sedangkan seluas 2.500 hektare diperuntukkan bagi tambang rakyat.
Namun, untuk memperoleh ijin itu, para penambang harus melalui proses yakni pelatihan tambang guna mendapatkan sertifikat, sebagai salah satu syarat pengajuan ijin pertambangan. “Kami hanya berharap agar masyarakat penambang untuk lebih bersabar,” imbuhnya.
Sedangkan Kabag Humas Setda Lobar, Ispan Junaidi, sebagaimana diberitakan justru mengungkapkan, saat ini pemerintah daerah telah menerima ijin wilayah pertambangan untuk lokasi pertambangan di wilayah Sekotong dari pemerintah pusat. Ini berarti statusnya akan menjadi legal. Wilayah dan zonasinya pun akan segera ditentukan.
Menyangkut keberadaan Peraturan Daerah Lobar tentang pengelolaan tambang, Zaini menandaskan, belum bisa diterapkan secara maksimal karena baru disahkan sekitar dua minggu lalu. “Perda baru dua minggu ditetapkan. Jadi belum bisa kita berpatokan pada hal itu,” ujarnya.. Kendati begitu, dengan adanya kejadian maut ini, dia berjanji akan segera melakukan pengkajian.
Sementara itu, Kapolres Lobar, melalui Kapolsek Sekotong, AKP Fauzan Wadi, mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan adanya korban tambahan akibat peristiwa maut di lubang tambang emas lokasi Lenong Batu Montor beberapa waktu lalu.
“Sejauh ini belum ada tambahan korban, karena belum ada laporan dari pihak keluarga yang kehilangan. Nanti kalau ada perubahan kita informasikan,” ujarnya. (Idham Halik)
Halaman 8 dari 885

Editorial

Siapa Yang Bertanggung Jawab Terhadap Illegal Mining Labaong...?
13/08/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Dari hari kehari bencana longsor dipusat ileegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib apar [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
02/09to the rheestelah tu baca isi Risalah sidang Perdana ANNUR VS KPU, yam de ya mole goro NURDIN
02/09utanbersaudarasemoga an nur cepat di lantik
02/09ikinBerhentilah menggonggong disini, karena smuanya tak berarti.
02/09buta melikeee nanta kau pe annur, maling teriak maling, mu buya bukti baju koko, no to diri lok ka beang jenset ko tau jompong ke, ma bau pilih ling tau pang jompong ana. ngaca gama balong,, bau man mo tu tomas...
02/09ocananluk tau gedo,kakenang pipis 20 rb,luk kanomda akalmupe ijar kau tukang ngelo..nantakau JM
01/09InsanSegala peristiwa
01/09InsanSegala peristiwa
01/09BillTidak perlu saling menghujat, itu bukan sifatnya orang Samawa, biarkan proses hukum berjalan dan siapun yang menang harus bisa diterima dengan lapang dada..
01/09EA UTAN Geeee nene tau annur luk ka no nene bau terima kekalahan ampa,,,tau nda ila na bae si tau nanluk na......lamen kam tu kalah man mo tu tomas...pates mo jampang swai anak nene e....lamen tu salenge tau boat nene...smata ka tau nda ila na bae si...
01/09AlJM gedo............................
01/09PUKIkawa ke ya pimpin neng de nyang2, slma 5 tahun nda perubahan2, smata mata taeng otak tu..........
31/08rerrr
31/08rerrteeeeertry
31/08xxxxxxxxxxxxxxxx
31/08mosengnengka saling hujat, dengan kalimat-kalimat ade enda tegas- tegas nan, aji no tu bedosa rua hujat tau....coba nene gita tau sidang ana kadu Nurdin ke 5 anggota KPU ana Mesra pang Jakarta ana nene pang samawa ta laga seling salenge diri nene we...sanak balong we...

Interaktif

Kamus
Cek Email

RSS Feed

feed-image Feed Entries
Pleno KPU Senin (23/8) menempatkan JM-Arsy Unggul sebanyak 111,961 (50.56%) dan ANNUR sebanyak 109,465 (49.44%), selisih suara antara JM-Arsy Vs ANNUR = 2,486. Total suara sah sebanyak 221,436. Selengkapnya...