Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita Daerah

Daerah

Polres Masih Dalami Motif Pembunuhan

Polres Masih Dalami Motif PembunuhanSumbawa Besar, sumbawanews.com.- Kasus pembunuhan yang terjadi di dusun buin pendan kecamatan badas menggerakkan Polres Sumbawa untuk bertindak cepat. Kapolres Sumbawa AKBP Kurnianto Purwoko SH menjelaskan, setelah mendapat laporan masyarakat terkait penemuan mayat warga dusun Buin Pandan Kecamatan Badas sekitar jam 08.00.Wita, saat itu juga satuan tim identifikasi Polres Sumbawa diturunkan kelapangan untuk melakukanolah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan bukti sementara dan identitas korban, diduga kuat kematian korban bernama Adam Baginda Ratu (40) dibunuh menggunakan senjata tajam Senin malam menjelang subuh (30/8) dikediamannya RT 04 RW 04 dusun Buin Pandan Desa Karang Dima Kecamatan Badas.Berdasarkan hasil identifikasi mayat korban menurut Kapolres, ditubuhnya ditemukan 7 luka bacok termasuk luka menganga dibagian leher dan bahu lengan sebelah kiri. Untuk sementara ini modus pembunuhannya belum diketahui secara persis  karena kasus ini masih dalam proses pendalaman bukti serta data-data lapangan termasuk penggalian informasi dari masyarakat
setempat. Berdasarkan keterangan warga dusun Buin Pandan, pada malam terjadinya pembunuhan, korban hanya seorang diri dalam rumah, sementara isteri korban sedang berada di Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) "pelaku masih dalam penyelidikan" ungkap Kurnianto Purwoko.

Hasil pantauan sumbawanews diruang jenazah Rumah Sakit Umum Sumbawa tempat persemayaman sementara jazad korban, nampak ramai keluarga dan kerabat yang datang melayat. Menurut keterangan salah seorang keluarga dekat korban, setelah proses visum dilakukan selanjutnya jenazah korban akan diboyong kerumah duka dan dimakankan di Taliwang KSB. (jayus)

Terakhir Diupdate ( Rabu, 01 September 2010 10:02 )

 

Pembunuhan Sadis Renggut Nyawa Adam Baginda Ratu

Pembunuhan Sadis Renggut Nyawa Adam Baginda RatuSumbawa Besar,sumbawanews.com.-  Warga Dusun Buin Pandan Desa Karang Dima Kecamatan Labuan Badas Selasa pagi (31/8) geger akibat ditemukannya sesosok mayat dengan kondisi luka dibagian leher nyaris putus dan luka menganga dibagian bahu sebelah kiri. Kasus dugaan pembunuhan ini telah dilakukan olah TKP oleh tim identifiksi Pores Sumbawa.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun sumbawanews.com di TKP, Korban bernama Adam Baginda Ratu (45) ditemukan sudah tidak bernyawaa diatas tempat tidur dirumahnya oleh Muhammad Efendi yang sehari-hari bekerja dengan korban sebagai sopir. Menurut keterangan Efendi, seperti biasanya pagi itu sekitar jam 5.30 Wita, Muhammad Efendi bersama dua orang rekannya datang kerumah korban dengan tujuan mengambil konci mobil, sesampainya didepan rumah majikannya (korban,Rd)  Efendi memanggil berkali-kali tetapi tidak ada sahutan dari dalam rumah. Karena pintu rumah dalam keadaan terbuka, Efendi kemudian masuk untuk bertemu korban, tetapi seketika itu dia sanget kaget melihat bercak-bercak darah disekitar tubuh korban  yang pada saat itu posisinya terbujur diatas tempat tidur.

Melihat kondisi itu tanpa pikir panjang Efendi bergegas pergi kerumah ketua RT untuk melaporkan peristiwa yang baru saja disaksikannya.

Sementara itu Mustaram ketua RT 04 RW 04 Dusun Buin Pandan desa Karang Dima Kecamatan Badas Sumbawa yang ditemui sumbawanews.com membenarkan penuturan Efendi sama persis dengan cerita yang diterimanya.

Atas laporan Efendi itulah sehingga Mustaram bersama Efendi mendatangi rumah korban "darah berceceran diatas tempat tidur dan diatas lantai.

Saat itu korban sudah tidak beryawa lagi dengan luka menganga di bagian  leher serta bahu sebelah kiri," ungkap Mustaram.

Lebih jauh dituturkan Mustaram, sejauh ini pihaknya tidak pernah mengetahui kalau korban memiliki musuh, karena sebagian besar masyarakat selama ini mengenal korban sebagai pengusaha bahan bangunan batu merah dan memiliki satu unit kendaraan roda empat untuk sarana pengangkutan. Diduga kuat pelaku pembunuhan masuk kerumah korban setelah mencabut salah satu daun jendela bagian depan rumah milik korban "daun jendelanya ada diletakkan dibawah jendela," katanya.

Atas kejadian tersebut, selanjutnya Mustaram melapor ke kepala desa yang tidak lama kemudian menyusul ke TKP bersama aparat kepolisian.

Setelah dilakukan olah TKP oleh tim identifikasi Polres Sumbawa, mayat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sumbawa untuk proses visum. Untuk sementara ini motif pembunuhan serta pelakunya sedang dalam penyelidikan aparat kepolisian setempat. (jayus)

Terakhir Diupdate ( Rabu, 01 September 2010 10:45 )

Uang Sertifikasi 204 Orang Guru Direalisasikan

Lombok Barat, SumbawaNews.com – Realisasi uang sertifikasi tahap kedua bagi 204 guru di Kabupaten Lombok Barat akhirnya dituntaskan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Lobar. Para guru ini sudah dapat mencairkan enam bulan uang sertifikasi mereka terhitung Januari-Juni 2010 mulai Senin (30/8). Sebelumnya Dinas Dikpora Lobar juga telah merealisasikan uang sertifikasi tahap pertama bagi 1.003 orang guru pada pekan lalu. Jumlah guru penerima uang seritifikasi sendiri sebanyak 1.207 orang. “Pembayaran dilakukan dua tahap karena ada guru-guru yang sudah lebih dulu melengkapi berkas-berkasnya kita dahulukan pembayarannya karena jika menunggu seluruhnya rampung akan tertunda semua pembayarannya,” jelas Kepala Dinas Dikpora Lobar, H Rumindah di Giri Menang, Gerung, Senin (30/8). Sedangkan untuk uang sertifikasi pada semester kedua atau untuk enam bulan ke depan, Rumindah mengatakan dapat direalisasikan dalam waktu dekat berdasarkan informasi Kementerian Pendidikan Nasional. “Insya Allah untuk semester II uangnya masuk ke kas daerah Oktober mendatang,” ujarnya. Secara keseluruhan, Rumindah mengungkapkan, dana yang disiapkan untuk membayar hak guru bersertifikasi dan non sertifikasi ini mencapai Rp 44 miliar. Rinciannya, uang sertifikasi mencapai Rp 17 miliar yang pada tahap pertama telah dibayarkan senilai Rp 14 miliar. Sementara suasana di Kantor Dinas Dikpora Lobar tampak begitu ramai pada Senin (30/8). Tidak saja guru sertifikasi, tapi juga guru non sertifikasi dan guru tidak tetap terlihat sedang sibuk melengkapi persyaratan pencairan berbagai tunjangan. Untuk tenaga guru non sertifikasi, dari kuota 3.075 orang, sebanyak 2.883 orang menerima rapelan enam bulan uang non sertifikasi yang dialokasikan Rp 250 ribu per bulan. Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Dikpora Lobar, Ahmad Zulhadenan menjelaskan, untuk uang tunjangan bagi GTT yang totalnya mencapai 2.661 orang terbagi dalam bentuk tunjangan insentif sebesar Rp 140 ribu perbulan dan tunjangan fungsional Rp 200 ribu perbulan yang dialokasikan hanya bagi 562 orang. “Bedanya, tunjangan insentif dananya dari APBD diberikan kepada guru-guru yang masa kerjanya di bawah lima tahun atau minimal satu tahun. Sedangkan tunjangan fungsional bersumber dari APBN diberikan kepada guru-guru dengan masa kerja lebih dari lima tahun,” imbuh Zulhadenan. Selain itu, ada juga tunjangan untuk peningkatan kualifikasi bagi GTT yang dibayarkan senilai Rp 2 juta pertahun. Khusus tunjangan kualifikasi ini sudah lebih dulu diterima GTT. Penerimanya sekitar 400-an orang dengan dana bersumber dari APBN dan 147 orang dari APBD. “Untuk GTT kita mintakan enam bulan khusus untuk insentif saja dengan total dana mencapai Rp 4 miliar,” ujar Zulhadenan. Dia pun menjanjikan dalam 2-3 hari ke depan akan bisa direalisasikan. “Insya Allah awal September semua bisa terbayarkan karena tergantung pihak ketiga juga”. (Idham Halik)

Terakhir Diupdate ( Jumat, 03 September 2010 07:55 )

K3S Mulai Salurkan Bansos

Lombok Barat, SumbawaNews.com - Koordinator Kelompok Kesejahteraan Sosial Kabupaten Lombok Barat mulai menyalurkan bantuan sosial hasil penghimpunan dari masyarakat umum, para istri satuan kerja perangkat daerah dan Ikatan Istri Wakil Rakyat Lobar pada Senin (30/8).
Penyaluran bansos ini dilakukan langsung Ketua Tim Penggerak PKK Lobar, Hj Nanik Zaini Arony ke lima lokasi di wilayah Lembar-Sekotong, yakni Ketirik, Serumbung, Jembatan Kembar, Kambeng Sekotong Timur, dan Teluk Waru.
“Antusiasme masyarakat dengan kedatangan kami cukup besar namun rombongan tidak bisa lama-lama berdiam di satu lokasi,” kata Nanik, didampingi istri Dandim, ibu-ibu Dharma Wanita dan PKK berkeliling ke sejumlah lokasi membagikan bantuan dari K3S.
Dijelaskan istri Bupati Lobar ini, bantuan disasarkan bagi 50 orang lansia dan anak yatim piatu persatu lokasi. Ditargetkan, bantuan K3S bisa disalurkan kepada sekitar 1.000-2.500 orang lansia dan anak yatim piatu.
“Target penyaluran K3S bisa bertambah karena sumbangan yang diterima terus bertambah,” ujar Nanik, dengan merencanakan penyaluran bantuan hingga Senin pekan depan ke hampir semua kecamatan di Lobar.
Dalam penyaluran bansos ini, perorang mendapat jatah 3 kg beras, 5 bungkus mie instan dan 1 kg gula pasir. “Sumbangan ini bukan dari Dinas Sosial tapi sumbangan dari masyarakat untuk masyarakat,” tukasnya. (Idham Halik)

Oknum Kepala UPTD Diduga Sunat dan Selewengkan Potongan Gaji ke-13

Lombok Barat, SumbawaNews.com – Oknum Kepala UPTD Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan Batulayar, Nur, diduga melakukan sejumlah tindakan penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan dalam satu tahun memimpin instansi ini.
Dugaan itu salah satu di antaranya adalah memotong gaji ke-13 guru, kepala sekolah dan pengawas di Kecamatan Batulayar dengan jumlah perorang bervariasi mulai dari Rp 100.000. Alasannya, hal itu merupakan dana keikhlasan, untuk PGRI dan untuk keperluan tidak jelas lainnya.
Demikian hal ini dikemukakan salah seorang anggota Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kecamatan Batulayar, HM Supardan. Dia mengatakan telah melakukan konfirmasi kepada Nur dan oknum yang bersangkutan pun mengakui kesalahannya. Nur sendiri berjanji mengembalikan dana hasil sunatannya itu.
“Tapi pengembalian bukan solusi untuk menyelesaikan pelanggaran ini,” tegas Supardan, diamini sejumlah guru dan kepala sekolah Kecamatan Batulayar, Senin (30/8).
Dugaan penyelewengan lainnya, Nur disinyalir melakukan kebohongan publik dengan menyatakan jabatan di periode terdahulu sebagai kepala sekolah melalui sebuah surat keputusan. Padahal, dia sebenarnya hanya seorang guru olahraga di SDN 1 Sesela. Dia juga diduga melakukan intervensi pengelolaan DAK 2009 dan pungli kepada sejumlah sekolah penerima bantuan.
Atas sejumlah dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan ini, Supardan mengaku, pihaknya telah memiliki sejumlah bukti dan telah melaporkannya kepada Dinas Dikpora Lobar, Bupati Lobar dan DPRD Lobar.
Para kepala sekolah pun, imbuh Supardan, berharap pihak Dinas Dikpora Lobar dapat bertindak tegas terhadap Nur, agar dunia pendidikan di Batulayar tidak terusik kembali.
Ditemui terpisah, Nur, oknum UPTD Dikpora Kecamatan Batulayar membantah sejumlah dugaan itu. Bahkan dia menunjukkan surat sanggahan terhadap sejumlah dugaan itu.
Demikian halnya terhadap dugaan pemotongan gaji ke-13. Nur berkilah hal itu dilakukan oknum Bendahara UPTD Dikpora Batulayar. “Saya tidak mengetahui kebijakan itu dan saya telah memerintahkan dia untuk segera mengembalikan dananya,” tegas Nur.
Nur justru balik menduga pengungkapan sejumlah dugaan itu dilakukan oknum-oknum dengan kepentingan tertentu, salah satu di antaranya oknum mantan Kepala UPTD Dikpora Batulayar, Bur dan seorang oknum pengawas, HM.
Nur bahkan menegaskan, siap dikonfrontir dengan para oknum itu untuk membuktikan kebenaran. Pembubuhan tandatangan para kepala sekolah dalam surat dugaan itu, justru dinilainya hanya sebuah rekayasa.
Kendati merasa didzalimi, Nur menyatakan tidak akan membawa persoalan ini ke jalur hukum karena dia menganggap hal itu merupakan konsekuensi menjadi seorang pemimpin.  “Silahkan anda lihat ke rumah saya bagaimana kondisi saya jika saya dibilang korupsi,” tandasnya. (Idham Halik)
Halaman 4 dari 885

Editorial

Siapa Yang Bertanggung Jawab Terhadap Illegal Mining Labaong...?
13/08/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Dari hari kehari bencana longsor dipusat ileegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib apar [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
02/09to the rheestelah tu baca isi Risalah sidang Perdana ANNUR VS KPU, yam de ya mole goro NURDIN
02/09utanbersaudarasemoga an nur cepat di lantik
02/09ikinBerhentilah menggonggong disini, karena smuanya tak berarti.
02/09buta melikeee nanta kau pe annur, maling teriak maling, mu buya bukti baju koko, no to diri lok ka beang jenset ko tau jompong ke, ma bau pilih ling tau pang jompong ana. ngaca gama balong,, bau man mo tu tomas...
02/09ocananluk tau gedo,kakenang pipis 20 rb,luk kanomda akalmupe ijar kau tukang ngelo..nantakau JM
01/09InsanSegala peristiwa
01/09InsanSegala peristiwa
01/09BillTidak perlu saling menghujat, itu bukan sifatnya orang Samawa, biarkan proses hukum berjalan dan siapun yang menang harus bisa diterima dengan lapang dada..
01/09EA UTAN Geeee nene tau annur luk ka no nene bau terima kekalahan ampa,,,tau nda ila na bae si tau nanluk na......lamen kam tu kalah man mo tu tomas...pates mo jampang swai anak nene e....lamen tu salenge tau boat nene...smata ka tau nda ila na bae si...
01/09AlJM gedo............................
01/09PUKIkawa ke ya pimpin neng de nyang2, slma 5 tahun nda perubahan2, smata mata taeng otak tu..........
31/08rerrr
31/08rerrteeeeertry
31/08xxxxxxxxxxxxxxxx
31/08mosengnengka saling hujat, dengan kalimat-kalimat ade enda tegas- tegas nan, aji no tu bedosa rua hujat tau....coba nene gita tau sidang ana kadu Nurdin ke 5 anggota KPU ana Mesra pang Jakarta ana nene pang samawa ta laga seling salenge diri nene we...sanak balong we...

Interaktif

Kamus
Cek Email

RSS Feed

feed-image Feed Entries
Pleno KPU Senin (23/8) menempatkan JM-Arsy Unggul sebanyak 111,961 (50.56%) dan ANNUR sebanyak 109,465 (49.44%), selisih suara antara JM-Arsy Vs ANNUR = 2,486. Total suara sah sebanyak 221,436. Selengkapnya...