Belasan Ribu Demonstran Dipaksa Mundur Oleh Tembakan Gas Air Mata

Jakarta,Sumbawanews.com.- Unjuk rasa mahasiswa, buruh dan nelayan di gedung Parlemen RI memacetkan arus lalu lintas di sepanjang jalan tol Gatot Soebroto dari Hotel Sultan hingga kawasan bundaran Slipi.Massa mulai menduduki berdatangan setelah sholat Jum'at.

Pantauan Sumbawanews.com, Jum'at (30/3) demonstran mulai mengepung gedung parlemen dari segala penjuru pintu masuk. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia menduduki gerbang sebelah barat dan bergabung dengan massa anak-anak putus sekolah.Yel-yel massa putus sekolah meneriakkan kegagalan pemerintahan SBY-Boediono memperhatikan rakyatnya untuk tetap sekolah.Menurut Ramli (12 thn) dirinya mengikuti demo karena SBY hanya dapat membuat janji bebas biaya pendidikan, dalam pelaksanaanya siswa masih dipungut biaya sekolah.
 
"Bagaimana saya bisa kuliah seperti abang-abang ini" gugat dia menggambarkan kepada mahasiswa UI.Demikian juga dengan Joy (14 thn) yang turut serta bergabung dengan demonstran, dimana menurut dia SBY-Boediono tidak merasakan penderitaan rakyat saat ini.Kebijakan wajib belajar sembilan tahun katanya hanya menguntungkan orang-orang yang terlibat di dunia pendidikan,dengan segala cara anak didik dipungut biaya belajar berupa uang pakaian,beli buku. "Bagaimana dengan kami yang benar-benar tidak mampu" kata Joy prihatin.
 
Disebelah timur gedung parlemen,demonstran terus memadati tiga ruas Jl. Gotot Soebroto.Sekitar pukul 15.00 WIB massa ahirnya merobohkan pagar Gedung parlemen dengan cara mengikat spanduk ke pagar besi berketinggian tiga meter.Rasa kesal demonstran ditumpahkan dengan menginjak-nginjak pagar yang telah roboh.Namun pada pukul 19.00 WIB aparat kepolisian ahirnya menembakkkan gas air mata ke arah demonstran yang membuat demonstran lari tunggang langgang menyelamatkan diri.Tembakan gas air mata diiringi dengan tembakan water canon untuk meredam asap yang keluar dari tembakan gas air mata.
 
Para wartawan mengolesi wajahnya dengan pasta gigi untuk menangkal penguapan gas air mata.Namun ahirnya para wartawan pun merasakan pedihnya gas air mata yang ditembakkan oleh polisi. Pengejaran demonstran hingga ke depan pertigaan Stadion Gelora Bung Karno dan Bundaran Slipi.Pembubaran demonstran oleh aparat kepolisian yang tergabung dari Polda metro Jaya dan Mabes Polri tidak mendapat perlawanan dari demonstran. Polisi hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk mengejar demonstran hingga meninggalkan Jl.Gatot Soebroto.(Zainuddin)
 
 
Kategori: