Aksi Menutup Pelabuhan Poto Tano Terus Dikonsolidasikan

Taliwang, Sumbawanews.com.- Gerakan spontanitas rakyat Sumbawa Barat yang awalnya tergabung dalam Koalisi Rakyat Sumbawa Barat, telah berencana untuk menutup pelabuhan
poto Tano untuk mendukung percepatan pembahasan Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (PPS), terus mengkonsolidasikan rencana aksi tersebut, dan sepakat membentuk presidium gerakan untuk mengundang seluruh masayarakat sumbawa barat bisa terlibat dalam gerakan tersebut.

Demikian ditegaskan,  inisiator gerakan aksi, M.Syahril Amin dalam rapat umum yang digelar di kediaman M.Saleh Misfikri kelurahan Kuang kecamatan Taliwang, Selasa (11/6) kemarin, yang dihadiri oleh sejumlah organisasi masyarakat, dan organisasi mahasiswa.

Selain memastikan gerakan aksi untuk menutup pelabuhan poto tano tano untuk mendukung percepatan pembahasan PPS sebagai  Daerah Otonomi baru (DOB), dalam pertemuan itu akhirnya sepakat merubah gerakan itu menjadi gerakan Koalisi Sumbawa Barat agar seluruh lapisan masyarakat bisa terlibat.

“Kita sudah sepakat untuk melebur, karena gerakan kemarin (Koalisi Rakyat Sumbawa Barat) hanya gabungan spontanitas teman teman di Group Saran Rakyat (facebook), dan kami yakin gerakan ni bisa mengundang seluruh lapisan masyarakat secara maksimal untuk mendukung percepatan PPS” tegasanya.

Adapun  jajaran presedium Koalisi Sumbawa Barat terdiri dari delapan orang dan satu orang sekretaris jenderal, yaitu Roy Marhandra, Andy Subandi, Agus Irawan Sahmi, Budiman, Samudra, Unang Silatang, Heruddin, Benny tanaya, dengan wiarawan sebagai sekretaris jeneral.

Presedium itu, jelas Syahril dimaksudkan bisa menjadi garda terdepan dalam gerakan aksi yang rencanaya dilakukan akhir juni mendatang.

Untuk mengundang partisapasi maksimal mayarakat Sumbawa Barat, presedium Koalisi Sumbawa Barat, akan melakukan sosialisasi langsung ke seluruh kecamatan di Sumbawa Barat tentang rencana aksi dan juga pentingnya Provinsi Pulau Sumbawa bisa dibahas dan ditetap oleh pemerintah pusat.

“Sudah tidak ada tawaran lagi, PPS adalah kewajiban untuk kesejahteraan Pulau Sumbawa,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu anggota presedium Koalisi Sumbawa Barat menegaskan, selama ini niatan terbentukanya PPS belum bisa mengakar di masayarakat, sehingga opini tentang pentinganya PPS, khususunya di Sumbawa Barat belum begitu terasa.

“Jajaran presedium telah sepakat all out (maksimal) mengundang partispasi publik, terutama aksi besok, dan minggu depan  sosialiasasi itu telah mulai dilakukan,” terangnya. (Unang Silatang)

Kategori: